ridwannugraha's posterous http://ridwannugraha.posterous.com Most recent posts at ridwannugraha's posterous posterous.com Tue, 29 Mar 2011 00:15:00 -0700 Ring Back Tone : Antara Karya Seni atau Sekedar Materi ?? http://ridwannugraha.posterous.com/ring-back-tone-antara-karya-seni-atau-sekedar http://ridwannugraha.posterous.com/ring-back-tone-antara-karya-seni-atau-sekedar

 

Membaca pernyataan seorang produser sebuah label rekaman disalah satu tabloid ternama mengenai industri musik Indonesia saat ini, beliau adalah seorang produser ternama yang banyak "melahirkan" musisi-musisi berprestasi. Yang bersangkutan menyatakan bahwa saat ini lebih menguntungkan memasarkan hasil karya musik melalui RBT (Ring Back Tone), untuk penjualan CD (Compact Disk) konvensional sudah tidak kondusif lagi karena terhalang oleh faktor pembajakan dan hanya oknum-oknum tertentu saja yang diuntungkan.

Membaca hal tersebut terbesit satu pertanyaan yang cukup prinsipil, apakah sukses tidaknya karya musik yang diapresiasi dan tercipta melalui hasil olah rasa, cipta, dan karsa yang terkadang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya bagi seorang produser hanya dinilai oleh indikator tingginya tingkat penjualan RBT ?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah musisi yang notabene sebagai elemen utama penghasil karya musik sudah merasa cukup puas bahwa hasil karyanya lebih banyak diapresiasi melalui RBT, “prestasi” mereka dilihat karena lagunya berhasil didownload jutaan orang, bahkan ada yang sampai mencetak rekor, atau hanya sekedar karena melimpahnya rupiah yang mengalir dari penjualan RBT dirasakan sudah lebih dari cukup ??

Cukup menarik juga ketika mendengar wawancara salah satu band indie asal Jakarta di radio tentang pandangan band tersebut mengenai RBT. Band tersebut secara terang-terangan menolak karya musiknya untuk dijadikan komoditas RBT, alasan utamanya adalah sebagai bentuk apresiasi karya mereka, “kami tidak ingin karya kami hanya didengarkan hanya 30 detik saja dengan kualitas sound yang pas-pasan”, ujar vokalis band tersebut.

Band tersebut masih percaya dan memilih jalur penjualan CD konvensional, dengan cara yang sangat kreatif, ide mereka saya pikir “out of box”, bener-bener brilian. Mereka memblunding CD dengan sebuah sketch book dan dibungkus dengan packaging kain, yang menurut saya keseluruhan packaging nya juga merupakan sebuah bentuk karya seni. Dengan cara inilah band tersebut dapat memberikan "value added" bagi para pembeli CD original mereka.

Terlepas dari “indie” atau “major” (karena indie/major hanyalah sebuah pilihan), apresiasi penuh dan acungan jempol saya berikan kepada band indie asal Jakarta diatas. Kenapa ?, alasannya cukup sederhana, tidak hanya karena mereka telah berhasil membalas apresiasi penikmat karya mereka dengan cara yang elegan, tetapi mereka jelas menang Head To Head dengan pembajakan.

Masih mau meng-apresiasi karya musik dengan RBT ??

I don't think so

 

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://posterous.com/images/profile/missing-user-75.png http://posterous.com/users/heNYhcxncpKJk Ridwan Nugraha SRN Ridwan Nugraha